WCP

Organization Back Ground :
Awal dari lembaga WCP adalah WRS (Women’s Refugee Service), yang dibentuk pada tahun 2003, (saat itu masih sub kerja dari PCC), yaitu sebuah kelompok yang memberikan pelayanan kepada pengungsi konflik perempuan yang saat itu banyak yang lari ke Banda Aceh. Mereka adalah Inong Balee, perempuan yang dituduh terlibat Inong Balee dan Istri GAM.
Tanggal 19 Mei 2004 WRS diganti namanya menjadi Women’s and Children Protection (WCP). Ide awal pendirian lembaga ini lebih kepada penanganan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak, baik karena konflik sosial maupun konflik politik di Aceh yang semakin represif. Bulan Mei 2004 pemerintah menetapkan darurat sipil di Aceh, setelah setahun sebelumnya ditetapkan sebagai daerah yang berstatus darurat militer dengan dikeluarkannya keppres No 28 UU Darurat Militer pada tanggal 19 Mei 2003 dan keppres No 79 UU Darurat Sipil pada tanggal 19 Mei 2004 dan diperpanjang lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang dikeluarkan oleh Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono.

Yang menjadi focus dari WCP adalah advokasi pengungsi perempuan dan pengungsi anak terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada mereka. WCP juga melakukan beberapa penguatan-penguatan, seperti penguatan dibidang pendidikan dan ekonomi, agar nantinya akan terbangun sebuah jaringan yang kuat diantara sesama pengungsi itu sendiri.


VISION:
Terwujudnya masyarakat yang adil, demokratis, kreatif, cinta damai dan cerdas serta terpenuhinya Hak Asasi Manusia bagi perempuan dan anak.


MISSION:
1. Berperan aktif dalam membantu masyarakat survivor (perempuan dan anak) dari tindak kekerasan dan bencana dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia.
2. Mengembangkan kemandirian masyarakat dengan menggunakan berbagai potensi demi terwujudnya struktur sosial yang hancur akibat konflik berkepanjangan.
3. Mengkampanyekan segala masalah-masalah kemanusiaan dan bencana yang dialami oleh masyarakat sebagai upaya untuk membangun rasa solidaritas seluruh masyarakat yang ada di negara manapun tentang krisis yang sedang terjadi di Aceh, khususnya masalah yang terjadi terhadap perempuan dan anak.
4. Mengembangkan potensi melalui pengembangan kreatifitas dan pendidikan alternatif
5. Mempromosikan kreatifitas anak pinggiran
6. Melakukan pendidikan terhadap masyarakat mengenai HAM, khususnya tentang hak-hak ECOSOC, SIPOL, CEDAW, CRC dan Lingkungan.
7. Melakukan pendampingan terhadap masyarakat korban konflik dan bencana alam.
8. Melakukan pengembangan dan penguatan masyarakat melalui pengorganisasian (perempuan dan anak)


SEKTOR AKTIVITAS/PROGRAM KERJA:
–Pendampingan Pengungsi dalam bidang psikososial, psoko-edukasi dan psiko-religius untuk perempuan dan anak (Pengungsi konflik dan bencana)
–Pengembangan pendidikan alternative untuk perempuan dan anak
–Pengembangan hak-hak perempuan dan anak melalui kegiatan diskusi dan CB
–Pengembangan industri kecil dan kerja sama masyarakat
–Advokasi terhadap perempuan dan anak yang terkena dampak konflik dan kekerasan


ISU UTAMA:
1. Pendampingan psikososial anak dan remaja di daerah konflik melalui pendekatan seni budaya, pendidikan alternatif, pengembangan kreatifitas, pustaka komunitas, teater, musik, psiko-edukasi, psiko-religius, pendampingan kasus.
2. Pendampingan psikososial perempuan didaerah konflik


Motto :
Do the Best and Never Give Up


Nilai-Nilai Yang Di Anut
1. Kesetaraan Gender
2. Kekeluargaan
3. Keberpihakan pada anak dan perempuan
4. Solidaritas


Jika ada pertanyaan dan saran yang sifatnya membangun, silahkan hubungi kami di
wcp.aceh@gmail.com, coet_nyak@yahoo.com
HP; 08126922511 (Risma)

Read More..

untuk ibu

temanku.......

MumPung mAmA lOe mSi aDa,
coba dech saat bEliaU tiduR...
saaT maTanya terPejam...
eLo taTap wajaHnya 5 meNit aJa...
cUma 5 meniT ajA koq...
g uSa lAma2...
cobA rasaiN deH
klO wajaH beliAu udA g da dsiTu...
Rsain lewat Hati elo
yg paling dAlem...

Lakuin aPapuN yang bisA kaMu lakuKan unTuknya...
"SEKARANG"!!!
bukan 1jam lagi...
bukan 1hari lagi...
bukan 1bulan lagi...
tapi "SEKARANG"...
jangan tunggu klo Beliau uda mo ninggalin kehidupan kita...
penyesalan g dateng duluan sahabat2ku...

Ada sebuah cerita tentang
"BETAPA BESAR KASIH MAMA BUAT KITA"

Seorang anak mencari Ibunya dan mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur...
Kemudian dia mengulurkan tangannya dan memberikan sehelai kertas yang sudah ia siapkan sehari sebelumnya...
Sang Ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh anaknya dan membacanya...
OngKos bantuin MAMA:
1) Bantu pergi ke warung : Rp 20.000,00
2) Jagain ade : Rp 20.000,00
3) Buang sampah : Rp 5.000,00
4) Beresin tempat tidur : Rp 10.000,00
5) Nyiram bunga : Rp 15.000,00
6) Nyapu halaman : Rp 15.000,00
TotaL : Rp 85.000,00

Selesai membaca kertas tersebut...
Sang Ibu hanya tersenyum memandang anaknya...
Si Anak pun tersenyum penuh kemenangan...
Lalu Sang Ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama...

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan-GRATIS
2) OngKos menyusuimu anakku-GRATIS
3) OngKos berjaga malam karena menjagamu-GRATIS
4) OngKos air mata yang menetes karenamu-GRATIS
5) OngKos khawatir krn memikirkan keadaanmu-GRATIS
6) OngKos menyediakan makan, minum, pakaian dan keperluanmu-GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku-GRATIS

Air mata Si Anak berlinang setelah membaca...
dengan erat dan berbisik sambil terisak di dekat telinga Ibunya,

"AKU SAYANG SAMA MAMA...UDAH G ADA LAGI YANG PERLU DIBAYAR OLEH MAMA...
UDAH LUNAS SEMUANYA...BUKAN MAMA YANG HUTANG SAMA AKU, TAPI AKU YANG UTANG SAMA MAMA..."

Read More..