Situs UNICEF Indonesia
Bagi kawan-kawan pengunjung setia blog WCP, silahkan kunjungi situs ini http://www.unicef.org/indonesia. Ada banyak informasi yang bisa didapatkan.
Ther
Bagi kawan-kawan pengunjung setia blog WCP, silahkan kunjungi situs ini http://www.unicef.org/indonesia. Ada banyak informasi yang bisa didapatkan.
Ther
Diposting oleh WCP di Selasa, 16 Desember 2008 0 komentar
Diposting oleh WCP di Jumat, 28 November 2008 0 komentar
Label: ADG, Government
Diposting oleh WCP di 0 komentar
Label: ADG, Government
Women's and Children Protection (WCP) telah selesai mendampingi 3 (tiga ) gampong dalam pembuatan dokumen RPJMG (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Gampong), RKPG (Rencana Kerja Pembangunan Gampong), APBG (Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong) pada bulan Juni hingga bulan Oktober. Ketiga gampong tersebut adalah gampong Lam Aling, Maheng dan Lamsie (kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar) dalam hal ini adalah aparatur pemerintahan gampong (geuchik dan dibantu oleh TPG=Tim Perencana Gampong). Dokumen tersebut setelah selesai disusun maka akan di sahkan oleh tuha peut dalam musyawarah gampong dengan disaksikan oleh masyarakat dan aparatur pemerintahan gampong lainnya baru kemudian akan diserahkan kekecamatan untuk dikeluarkan rekomendasi dan kemudian dibawa ke kabupaten (bidang PEMDES)
Masing-masing gampong mendapatkan dana dalamn jumlah yang berbeda, hal ini disebabakan karena beberapa pertimbangan yang dilihat oleh kabupaten seperti; jauh dari kabupaten, kerawanan kemiskinan, kerawanan pendidikan, kerawanan kesehatan, kerawanan pengangguran, jumlah penduduk, luas wilayah, dll.
Besaran dana nya adalah:
1. Gampong Lam Aling Rp 38.305.000
2. Gampong Maheng Rp 39.721.000
3. Gampong Lamsie Rp 38.952.000
Saat ini ketiga gampong tersebut sudah dalam tahap pengambilan uang tahap I yaitu masing-masing dapat mengambil sebanyak 50% dari total anggaran. Sebelumnya geuchik dan bendahara gampong mengajukan SPP (Surat Permintaan Penawaran) ke kecamatan dan ditandatanagni oleh camat baru setelah itu dibawa ke bank yang ditunjuk oleh kabupaten (Bank BPD Syariah).
Dana tahap II dapat diambil apabila dana tahap I sudah dilaporkan pengeluarannya, akan tetapi karena forman pelaporan sedang disusun oleh pihak kabupaten dalam bentuk kebub (keputusan bupati) maka aparatur pemerintahan gampong belum dapat melaporkan pengeluarannya. Rencananya dalam bulan November ini kebup tentang pedoman pelaporan dana ADG akan selesai.
Ketiga gampong ini juga sedang merencanakan akan menyusun profil gampong dan dalam hal ini WCP tetap akan mendampinginya sesuai dengan komitment dan kesepakatan yang telah dibangun selama ini.
Untuk tahun 2009 rencananya gampong akan mendapatkan dana ± Rp 150.000.000 dengan perincian Rp 50.000.000 adalah dana ADG dan Rp 100.000.000 adalah dana perimbangan keuangan dari provinsi.
Ther
Diposting oleh WCP di Jumat, 14 November 2008 0 komentar
Label: Community Organizer
Tanggal 23 Juli di setiap tahunnya menjadi ajang untuk membuat anak-anak senang karena dapat mengekspresikan setiap kebolehan yang mereka punyai selama ini. Begitu juga dengan anak anak yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar serta Aceh lainnya, hari itu di jalan tumpah ruah dengan segala macam bentuk pawai yang diadakan oleh lembaga yang peduli terhadap perlindungan anak.
Aliansi Lembaga Perlindungan Anak (ALPA) sebagai sebuah aliansi dari 22 buah lembaga yang peduli terhadap perlindungan anak juga turut dalam memeriahkan hari yang paling bersejarah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Berbagai macam acara yang ditampilkan dalam acara tersebut seperti menulis harapan anak-anak dan menempelkan di pohon harapan, pagelaran seni dan kreatifitas, lomba pidato, aneka perlombaan seperti lomba lari karung, pancing botol, menyusun puzzle, mewarnai, dsb. Pada hari sebelumnya juga diadakan diskusi publik yang pembicaranya adalah mas karyo dari sanggar Akar, ustad Mujiburrizal (putra Aceh, mantan personil Raihan, dan sekarang tinggal dan bekerja di Malaysia) juga Yuli Zuardi Rais (Moderator ALPA). Dalam acara tersebut juga digelar spanduk sepanjang 10 meter untuk ditanda tangani dalam rangka mendukung proses perlindungan anak di Aceh.
Berikut photo-photonya:
Diposting oleh WCP di Kamis, 23 Oktober 2008 0 komentar
Tanggal 31 Agustus 2008, team Sanggar Seni Sagoe Indrapuri melakukan tamasya ke kebun binatang mini, Jantho. Selain tamasya, dalam acara tersebut ada juga beberapa perlombaan seperti menyusun puzzle dan mewarnai.
Acara dimulai dengan makan bersama (karena kebetulan hari itu adalah hari "meugang" dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1429 H), setelah itu team jalan-jalan untuk melihat berbagai macam, koleksi binatang seperti kijang, ular sanca, beruang madu, monyet, bengkarung, kucing merah, landak, murung rajawali, burung elang, dan buaya. Setelah selesai baru kemudian lomba menyusun puzzle dimulai dan dilanjutkan dengan lomba mewarnai. Kedua lomba tersebut dilakukan secara kelompok. Acara berakhir pada pukul 17.00 dengan acara pembagian hadiah, kelompok yang memenangkan perlombaan (dua perlombaan sekaligus )mendapatakan kamus bahasa Inggris dan yang lainnya mendapatkan pin dan gelang.
Karena hujan, maka semua berhujan-hujan ri dalam perjalanan pulang hingga sampai ke gampong.
Berikut fhoto-fhotonya:
Diposting oleh WCP di Jumat, 10 Oktober 2008 0 komentar
Label: Anak
Gampong Lam Aling termasuk dalm wilayah kemukiman Gle Yeung, kecamatan Kuta Cot Glie, kabupaten Aceh Besar dengan luas gampong 209 ha. Secara administrasi gampong Lam Aling berbatasan dengan:
Read More..
Diposting oleh WCP di 0 komentar
Label: Community Organizer
Anak merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampak dari suatu peristiwa sulit. Berbagai peristiwa yang dapat menyebabkan munculnya trauma atau ‘luka psikologis’ pada anak antara lain: pelecehan seksual, kekerasan fisik, menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga atau terhadap orang lain, kecelakaan atau sakit parah, bencana alam, disandera atau diculik.
Pengalaman traumatis yang dialami dapat menyebabkan ‘luka psikologis’ pada anak.
· Awalnya anak menganggapdunia, ruah dan lingkungan tempat tinggalnya sebagai tempat yang aman, adil, penuh kasih sayang, menghargai dan melindunginya dari hal-hal buruk.
· Setelah peristiwa /situasi sulit terjadi, anggapan anak berubah. Anak menganggap dunia, rumah, lingkungannya menjadi tempat yang tidak aman, kejam, tidak bisa dpercaya, dan tidak bisa melindunginya.
· Pandangannya terhadap dirinya (konsep dirinya) mungkin juga berubah. Ia dapat menilai dirinya bukan anak yang baik, jahat dan sumber malapetaka, sehingga pantas jika ia dihukum dan mengalami situasi tersebut.
· Untuk dapat pulih dari ‘luka psikologis’ yang disebabkan oleh trauma, dibutuhkan waktu. Keberhasilannyapun sangat tergantung pada pemahaman, dukungan, dan perlindungan yng diberikan pleh
’Luka psikologis’ seperti ini seringkali tidak nampak dan sulit untuk terdeteksi, namun terus menerus ada dalam ingatan. Anak dapat terus memikirkan, merasakan dan terbayang-bayang peritiwa traumatis tersebut sehingga menyebabkan timbulnya berbagai perubahan dalam dirinya. Tiap anak memiliki beragam reaksi ketika mengalami peristiwa sulit, namun umumnya ditandai oleh adanya hal-hal berikut:
a. Rasa takut, cemas dan kewaspadaan berlebihan yang mungkin tampil pada anak...
Takut terhadap peristiwa sehari-hari yang mengingatkannya terhadap peristiwa traumatis yang pernah dialaminya, bahkan sampai mengalami serangan panik (sesak nafas, pingsan, jantung berdebar, lemas) dan stres.
Terus-menerus memikirkan peristiwa traumatis yang dialaminya
Merasa cemas jika menghadapi perubahan dalam lingkungannya
Merasa cemas atau khawatir peristiwa tersebut akan terulang di masa yang akan datang
Sangat mengkhawatirkan keadaan orang yang berarti untuknya.
Tidak mau berpisah dari orangtua atau orang yang ia percayai.
b. Perubahan perilaku yang mungkin dapat tampil pada anak:
Kemunduran dalam perilaku ataupun keterampilan yang sudah dikuasai sebelumnya:
- Mengompol
- Menghisap jari
- Kemunduran dalam berbahasa dan membisu
- Mengamuk, menangis berguling-guling
Tidak mau bergaul
Muncul tingkah laku merusak diri (self-destructive behavior): penggunaan obat terlarang, melakukan tindakan berbahaya, percobaan bunuh diri, dll.
c. Perubahan yang mungkin terjadi dalam proses berpikir
· Muncul bayangan yang mengganggu: ingatan, pikiran, mimpi buruk, dan kilas balik (yaitu: Perasaan seolah-olah kejadian di masa lalu terjadi lagi dihadapannya. Seakan-akan anak dapat melihat, mencium, merasakan, dan mendengar kejadian yang sama yang terjadi di masa lalu), yang menimbulkan stres.
· Merasa diri tidak mampu, tidak berharga
d. Kemungkinan hilangnya minat terhadap kegiatan yang menyenangkan atau sekolah
Tidak mau terlibat dalam permaianan
Sering tampak melamun dan tidak memperhatikan pelajaran
Membolos dan tidak peduli dengan nilai ulangan atau ujian
e. Keterkejutan dan kegelisahan mungkin direfleksikan dengan menceritakan dan menghidupkan kembali peristiwa traumatis melalui permainan
f. Kemungkinan terjadinya perubahan kepribadian
Berubah menjadi pendiam dan menarik diri
Menjadi penakut, kehilangan kepercayaan terhadap orang lain\
Mudah tersinggung, marah, dan/atau sedih
Depresi
g. Kemungkinan mengalami gangguan tidur dan mimpi buruk
Sulit tidur
Merasa takut, dan tidak dapat tidur tanpa ditemani
Sering terbangun di malam hari
Sering bermimpi buruk dan memimpikan peristiwa traumatis yang menimpanya
h. Kemungkinan keluhan sakit dan nyeri
Mengeluh merasa sakit atau nyeri tanpa ada bukti dan penyebab medis
Ketika menghadapi situasi sulit, anak membutuhkan bantuan orang lain untuk dapat mengenali apa yang dialaminya. Hal ini diperlukan, karena kemampuan anak (terutama usia prasekolah sampai dengan SD) untuk memahami apa yang teradi tidak seperti orang dewasa, sehingga anak sering kali kurang tepat memaknai pengalamannya. Misalnya, seorang anak usia 5 tahun bisa saja menyalahkan dirinya sebagai penyebab perceraian orangtuanya karena kenakalan dirinya (bertengkar dengan adik, tidak membereskan mainan dan semacamnya).
Secara garis besar ketika mendampingi anak dalam situasi sulit, orang dewasa perlu bersikap dan menampilkan tingkahlaku:
1. Mendengarkan apa yang diceritakan oleh anak, baik tentang perasaan ataupun pikirannya.
2. Menghargai perasaan dan pikiran anak. Semua perasaan yang dialami oleh anak adalah perasaan yang nyata. Anak benar-benar merasa takut, cemas, khawatir, sedih dan marah.
3. Membuat anak merasa aman dan tenang. Hal ini dapat dilakukan dengan membelai, memeluk, menggendong dan lain-lain
4. Meyakinkan anak, bahwa dia tidak sendiri dan kita selalu ada untuknya.
5. Membantu anak mengenali dan mengungkapkan apa yang dia rasakan (bila anak ingin menangis biarkanlah dia menagis)
6. Tidak lupa memperhatikan dan merawat kondisi kita sendiri, perasaan-perasaan (sedih, marah dll) yang ada, serta menjaga kondisi fisik (makan teratur, istirahat cukup).
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, masing-masing anak memiliki kekhasannya tersendiri, sesuai dengan tahapan perkembangannya. Begitu pula dengan reaksi anak ketika menghadapi situasi sulit. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tbel 1, 2,dan 3, di bawah ini. Pada tabel itu juga diuraikan secara ringkas tentang perkembangan anak pada umumnya dan bagaimana orang dewasa sebaiknya bersikap untuk membanu anak menghadapi situasi sulit yang dialaminya.
(Adaptasi dari modul "penguatan komunitas untuk perlindungan perempuan dan anak")
Diposting oleh WCP di Senin, 19 Mei 2008 0 komentar
Label: Anak
Hari ini, tanggal
Entah berpuluh tahun yang lalu
Jelas aku gak tahu
Yang jelas ketika aku tahu, orang-orang sudah menyebutnya “ MAY DAY”
Yang kata orang juga artinya adalah HARI BURUH
Tapi hari ini, 01 May 2008
Banda Aceh Sunyi
Tidak ada tebaran poster
Tidak ada kibaran spanduk dan umbul-umbul
Orang-orang cuek
Semua orang larut,
Apakah sudah tidak ada buruh lagi di sini,
Mungkin ya...............
Semua orang sudah jadi direktur sekarang
Sedihnya kami,
Para buruh yang selam ini hanya mencari uang di pagi hari
Untuk makan di malam hari
Sedihnya MARSINAH,
Yang harus kehilangan nyawa satu-satunya hanya karena menuntut haknya
Sedihnya WIDJI TUKUL
Yang harus raib entah kemana
Hanya karena membuat puisi untuk kaum buruh
Karena dirinya juga buruh
SELAMAT HARI BURUH, KAWAN
Kuucapkan untuk kalian
Para takur, direktur dan tuan yang terhormat, ibu yang mulia
Suara itu ku teriakkan dengan lantang di dalam hati
Tapi suara itu terbawa angin entah kemana
Karena,
Banda Aceh semakin sunyi
Simpang Lima, 01 May 2008
12.00 WA
THER
Diposting oleh WCP di Jumat, 02 Mei 2008 0 komentar
4 PRINSIP DASAR PARTISIPASI ANAK
DEFINISI PARTISIPASI Partisipasi anak adalah keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan dan menikmati perubahan yang berkenaan dengan hidup mereka baik secara langsung maupun tidak langsung, yang dilaksanakan dengan persetujuan dan kemauan semua anak berdasarkan kesadaran dan pemahaman
1. ETIKA
@ Transparansi
@ Kejujuran
@ Dapat di pertanggung jawabkan
Maksudnya ?
Orang dewasa yang terlibat dalam konsultasi propinsi dan nasional harus mengikuti etika bekerja dengan anak dan menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas
Kenapa penting ?
Ada ke tidak setaraan kuasa dan posisi antara anak dan orang dewasa. Maka untuk menjamin partisipasi anak yang sesungguhnya, etika bekerja dengan anak harus di buat dan di praktek kan
2. LINGKUINGAN yang “Child Friendly”
Maksudnya ?
@ Lingkungan yang memungkinkan anak merasa nyaman untuk berbagi pengalaman dengan bahasa, metode dan media mereka sendiri.
@ Menghargai pengalaman anak
Kenapa penting ?
Karena kualitas partisipasi anak, dan kemampuan anak untuk mengambil manfaat dari partisipasinya sangat di pengaruhi oleh lingkungan positif yang child friendly
3. KESETARAAN KESEMPATAN
Maksudnya ?
Pelaksanaan hak partisipasi anak harus memberi kesempatan kepada kelompok anak yang mengalami diskriminasi secara tradisional; dan anak-anak yang di marginalkan untuk terlibat dalam proses partisipasi
Kenapa Penting?
Seperti halnya orang dewasa, anak terdiri dari kelompok heterogen, dan partisipasi harus menjamin kesetaraan kesempatan tanpa memperdulikan anak kaya dan miskin, umur, etnis, gender, kemampuan, agama, dll
4. PROMOSI DAN PERLINDUNGAN ANAK
Maksudnya ?
Kebijakan dan mekanisme perlindungan anak adalah sesuatu yang esensial selama proses partisipasi berlangsung
Pentingnya?
Organizers dan semua orang dewasa yang terlibat mempunyai tugas untuk memperhatikan anak-anak. Dan berkewajiban untuk menghindarkan anak dari risiko penganiayaan, eksploitasi dan semua konsekwensi negative dari pelaksanaan hak partisipasi nya
Diposting oleh WCP di Rabu, 16 April 2008 0 komentar







Berikut adalah beberapa hasil kerajinan yang merupakan hasil karya dari adik-adik di gampong Lam Aling, kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Kreasi ini dinamakan kreasi kain flanel (felt). Kain Flanel dapat digunakan untuk membuat aneka kreasi menarik seperti dompet, gantungan kunci, boneka mungil dan sebagainya. Selain merupakan kegiatan yang menyenangkan, hasil kreasi juga dapat berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan.
Untuk hasilnya silahkan lihat beberapa hasil berikut:
Diposting oleh WCP di Kamis, 10 April 2008 0 komentar
Menurut beberapa sumber, kesenian Rapa'i Geleng yang dulu menjadi kebanggaan bangsa Aceh telah hilang seiring perputaran waktu dan kondisi yang selama ini mendera Aceh.
WCP sebagai sebuah lembaga yang saat ini menjadi wadah bagi anak-anak korban konflik untuk dapat menyalurkan berbagai macam bakat mereka lewat program psikososial berbasis komunitas dengan metode pendekatan psiko-edukasi (kesenian).
Sekitar 20 anak perempuan (mulai kelas 2 SD hingga kelas 6 SD) bergabung dalam SANGGAR SENI SAGOE INDRAPURI, untuk belajar Rapa'i Geleng dan beberapa tarian tradisional Aceh lainnya, diantaranya Ratep Meuseukat, Ranup Lampuan, dll.
Pelatih untuk kegiatan ini adalah, staff WCP sendiri yaitu Ther, Pam2 dan Adi. WCP dalam kegiatan ini tidak menyewa pelatih dari luar karena di WCP sendiri mempunyai sumber daya manusianya (pelatih) dan juga untuk saat ini tidak mempunyai donor yang dapat membiayai kegiatan tersebut secara rutin.
Diposting oleh WCP di Rabu, 09 April 2008
Copyright 2007 All Rights Reserved. Sahara, based on a theme from Free CSS Templates updated and modified to Blogger XML by Blogcrowds